Pengertian Budaya
Budaya
atau kebudayaan berasal dari bahasa Sanskerta yaitu buddhayah, yang
merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal) diartikan sebagai
hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia.
Dalam
bahasa Inggris, kebudayaan disebut culture, yang berasal dari kata
Latin Colere, yaitu mengolah atau mengerjakan. Bisa diartikan juga
sebagai mengolah tanah atau bertani. Kata culture juga kadang
diterjemahkan sebagai "kultur" dalam bahasa Indonesia.
Definisi Budaya
Budaya
adalah suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki bersama oleh
sebuah kelompok orang dan diwariskan dari generasi ke generasi.
Budaya terbentuk dari banyak unsur yang rumit, termasuk sistem agama dan
politik, adat istiadat, bahasa, perkakas, pakaian, bangunan, dan karya
seni. Bahasa, sebagaimana juga budaya, merupakan bagian tak
terpisahkan dari diri manusia sehingga banyak orang cenderung
menganggapnya diwariskan secara genetis. Ketika seseorang berusaha
berkomunikasi dengan orang-orang yang berbeda budaya dan menyesuaikan
perbedaan-perbedaannya, membuktikan bahwa budaya itu dipelajari.
Budaya
adalah suatu pola hidup menyeluruh. budaya bersifat kompleks, abstrak,
dan luas. Banyak aspek budaya turut menentukan perilaku komunikatif.
Unsur-unsur sosio-budaya ini tersebar dan meliputi banyak kegiatan
sosial manusia.

Beberapa
alasan mengapa orang mengalami kesulitan ketika berkomunikasi dengan
orang dari budaya lain terlihat dalam definisi budaya: Budaya adalah
suatu perangkat rumit nilai-nilai yang dipolarisasikan oleh suatu citra
yang mengandung pandangan atas keistimewaannya sendiri."Citra yang
memaksa" itu mengambil bentuk-bentuk berbeda dalam berbagai budaya
seperti "individualisme kasar" di Amerika, "keselarasan individu dengan
alam" di Jepang dan "kepatuhan kolektif" di Cina.
Citra
budaya yang bersifat memaksa tersebut membekali anggota-anggotanya
dengan pedoman mengenai perilaku yang layak dan menetapkan dunia makna
dan nilai logis yang dapat dipinjam anggota-anggotanya yang paling
bersahaja untuk memperoleh rasa bermartabat dan pertalian dengan hidup
mereka.
Dengan
demikian, budayalah yang menyediakan suatu kerangka yang koheren untuk
mengorganisasikan aktivitas seseorang dan memungkinkannya meramalkan
perilaku orang lain.
Pengertian kebudayaan
Kebudayaan
sangat erat hubungannya dengan masyarakat. Melville J. Herskovits dan
Bronislaw Malinowski mengemukakan bahwa segala sesuatu yang terdapat
dalam masyarakat ditentukan oleh kebudayaan yang dimiliki oleh
masyarakat itu sendiri. Istilah untuk pendapat itu adalah
Cultural-Determinism.
Herskovits
memandang kebudayaan sebagai sesuatu yang turun temurun dari satu
generasi ke generasi yang lain, yang kemudian disebut sebagai
superorganic.
Menurut
Andreas Eppink, kebudayaan mengandung keseluruhan pengertian nilai
sosial,norma sosial, ilmu pengetahuan serta keseluruhan
struktur-struktur sosial, religius, dan lain-lain, tambahan lagi segala
pernyataan intelektual dan artistik yang menjadi ciri khas suatu
masyarakat.
Menurut
Edward Burnett Tylor, kebudayaan merupakan keseluruhan yang kompleks,
yang di dalamnya terkandung pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral,
hukum, adat istiadat, dan kemampuan-kemampuan lain yang didapat
seseorang sebagai anggota masyarakat.
Menurut Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi, kebudayaan adalah sarana hasil karya, rasa, dan cipta masyarakat.
Dari
berbagai definisi tersebut, dapat diperoleh pengertian mengenai
kebudayaan adalah sesuatu yang akan memengaruhi tingkat pengetahuan dan
meliputi sistem ide atau gagasan yang terdapat dalam pikiran manusia,
sehingga dalam kehidupan sehari-hari, kebudayaan itu bersifat abstrak.
Sedangkan
perwujudan kebudayaan adalah benda-benda yang diciptakan oleh manusia
sebagai makhluk yang berbudaya, berupa perilaku dan benda-benda yang
bersifat nyata, misalnya pola-pola perilaku, bahasa, peralatan hidup,
organisasi sosial, religi, seni, dan lain-lain, yang kesemuanya
ditujukan untuk membantu manusia dalam melangsungkan kehidupan
bermasyarakat.
Budaya Jawa
Budaya
Jawa adalah budaya yang berasal dari Jawa dan dianut oleh masyarakat
Jawa khususnya di Jawa Tengah, DIY dan Jawa Timur. Budaya Jawa secara
garis besar dapat dibagi menjadi 3 yaitu budaya Banyumasan, budaya Jawa
Tengah-DIY dan budaya Jawa Timur. Budaya Jawa mengutamakan keseimbangan,
keselarasan dan keserasian dalam kehidupan sehari hari. Budaya Jawa
menjunjung tinggi kesopanan dan kesederhanaan. Budaya Jawa selain
terdapat di Jawa Tengah, DIY dan Jawa Timur terdapat juga di daerah
perantauan orang Jawa yaitu di Jakarta, Sumatera dan Suriname. Bahkan
budaya Jawa termasuk salah satu budaya di Indonesia yang paling banyak
diminati di luar negeri. Beberapa budaya Jawa yang diminati di luar
negeri adalah Wayang Kulit, Keris, Batik, Kebaya dan Gamelan. Di
Malaysia dan Filipina dikenal istilah keris karena pengaruh
Majapahit. LSM Kampung Halaman dari Yogyakarta yang menggunakan
wayang remaja adalah LSM Asia pertama yang menerima penghargaan seni
dari Amerika Serikat tahun 2011. Gamelan Jawa menjadi pelajaran
wajib di AS, Singapura dan Selandia Baru. Gamelan Jawa rutin
digelar di AS dan Eropa atas permintaan warga AS dan Eropa. Sastra
Jawa Negarakretagama menjadi satu satunya karya sastra Indonesia yang
diakui UNESCO sebagai Memori Dunia. Menurut Guru Besar Arkeologi Asia
Tenggara National University of Singapore John N. Miksic jangkauan
kekuasaan Majapahit meliputi Sumatera dan Singapura bahkan Thailand yang
dibuktikan dengan pengaruh kebudayaan, corak bangunan, candi, patung
dan seni.[8] Bahkan banyak negara di dunia terutama Amerika dan Eropa
menyebut Jawa identik kopi. Budaya
Jawa termasuk unik karena membagi tingkat bahasa Jawa menjadi beberapa
tingkat yaitu Ngoko, Madya Krama. Ada yang berpendapat budaya Jawa
identik feodal dan sinkretik. Pendapat itu kurang tepat karena budaya
feodal ada di semua negara termasuk Eropa. Budaya Jawa menghargai semua
agama dan pluralitas sehingga dinilai sinkretik oleh budaya tertentu
yang hanya mengakui satu agama tertentu dan sektarian.
Agama
Budaya
Jawa juga menghasilkan agama sendiri yaitu Kejawen. Kejawen berisikan
tentang seni, budaya, tradisi, ritual, sikap serta filosofi orang-orang
Jawa. Kejawen juga memiliki arti spiritualistis atau spiritualistis suku
Jawa. Tetapi mayoritas orang Jawa sekarang menganut agama Islam dan
sebagian kecil orang Jawa menganut agama Kristen atau Katolik. Dahulu
orang Jawa menganut agama Hindu, Buddha dan Kejawen. Bahkan orang Jawa
ikut menyebarkan agama Hindu dan Buddha dengan sejumlah kerajaan
Hindu-Buddha Jawa yang berperan. Orang Jawa juga ikut menyebarkan agama
Islam dan Kristen atau Katolik di Indonesia. Orang Jawa termasuk unik
karena menjadi satu satunya suku di Indonesia yang berperan penting
dalam menyebarkan 5 agama besar. Seorang peneliti AS Clifford Geertz
bahkan pernah meneliti orang Jawa dan membagi orang Jawa menjadi 3
golongan besar yaitu : Abangan, Priyayi dan Santri.
Sastra
Sejarah
Sastra Jawa dimulai dengan sebuah prasasti yang ditemukan di daerah
Sukabumi (Sukobumi), Pare, Kediri Jawa Timur. Prasasti yang biasa
disebut dengan nama Prasasti Sukabumi ini bertarikh 25 Maret tahun 804
Masehi. Isinya ditulis dalam bahasa Jawa Kuna. Setelah prasasti
Sukabumi, ditemukan prasasti lainnya dari tahun 856 M yang berisikan
sebuah sajak yang disebut kakawin. Kakawin yang tidak lengkap ini adalah
sajak tertua dalam bahasa Jawa (Kuna).
Sejarah sastra Jawa dibagi dalam empat masa:
1. Sastra Jawa Kuna
2. Sastra Jawa Tengahan
3. Sastra Jawa Baru
4. Sastra Jawa Modern
Bahasa
Jawa pertama-tama ditulis dalam aksara turunan aksara Pallawa yang
berasal dari India Selatan. Aksara ini yang menjadi cikal bakal aksara
Jawa modern atau Hanacaraka yang masih dipakai sampai sekarang. Dengan
berkembangnya agama Islam pada abad ke-15 dan ke-16, huruf Arab juga
dipergunakan untuk menulis bahasa Jawa; huruf ini disebut dengan nama
huruf pegon. Ketika bangsa Eropa menjajah Indonesia, termasuk Jawa,
abjad Latin pun digunakan untuk menulis bahasa Jawa. Dongeng Jawa
seperti cerita panji ternyata juga dikenal dan dipentaskan di Thailand
dan Filipina. Banyak sastra Jawa yang berada di Eropa terutama
Belanda bahkan ada perguruan tinggi Belanda yang membuka mata kuliah
sastra Jawa seperti Universitas Leiden. Beberapa kakawin yang ditulis
oleh pujangga Jawa menyadur dari karya India atau cerita Jawa
diantaranya adalah :
Hiasan emas Majapahit Sutasoma dan Kalmasapada
- Kakawin Sutasoma (menjadi motto Bhinneka Tunggal Ika)
- Kakawin Nagarakretagama
- Kakawin Smaradahana
- Kakawin Ramayana
- Kakawin Smaradahana
- Kakawin Arjunawiwāha
- Kakawin Kresnayana
- Kakawin Bhāratayuddha
Bahasa
Bahasa
Jawa adalah bahasa yang digunakan penduduk suku bangsa Jawa di Jawa
Tengah,Yogyakarta & Jawa Timur. Selain itu, Bahasa Jawa juga
digunakan oleh penduduk yang tinggal beberapa daerah lain seperti di
Banten terutama kota Serang, kabupaten Serang, kota Cilegon dan
kabupaten Tangerang, Jawa Barat khususnya kawasan Pantai utara
terbentang dari pesisir utara Karawang, Subang, Indramayu, kota Cirebon
dan kabupaten Cirebon. Kawasan-kawasan luar Jawa yang terdapat penutur
bahasa Jawa yaitu : Lampung (61,9%), Jakarta (35%), Sumatera Utara
(32,6%), Kaltim (29,5%), Jambi (27,6%), Sumatera Selatan (27%), Riau
25%, Aceh (15,87%) yang dikenal sebagai Aneuk Jawoe. Penutur bahasa Jawa
juga ditemukan dalam jumlah besar di Suriname, yang mencapai 15% dari
penduduk secara keseluruhan, kemudian di Kaledonia Baru bahkan sampai
kawasan Aruba dan Curacao serta Belanda. Sebagian kecil bahkan menyebar
ke wilayah Guyana Perancis dan Venezuela. Pengiriman tenaga kerja ke
Korea, Hong Kong, serta beberapa negara Timur Tengah juga memperluas
wilayah sebar pengguna bahasa ini meskipun belum bisa dipastikan
kelestariannya.
Kerajaan
Banyaknya
kerajaan yang pernah berdiri di Jawa juga menyumbang ragam kebudayaan
di Jawa. Kerajaan Jawa yang banyak mengusai daerah lain termasuk
Malaysia dan Filipina ikut menyumbang tersebarnya budaya keris di
seluruh Indonesia dan Asia. Kerajaan yang pernah berdiri di Jawa
diantaranya :
Kerajaan Hindu/Buddha
- Kerajaan Kalingga
- Kerajaan Kanjuruhan
- Kerajaan Mataram Hindu
- Kerajaan Kahuripan
- Kerajaan Janggala
- Kerajaan Kadiri (1042 - 1222)
- Kerajaan Singasari (1222-1292)
- Kerajaan Majapahit (1292-1527)
Kerajaan Islam
- Kesultanan Demak (1475–1548)
- Kesultanan Mataram (1588—1681)
Kerajaan Jawa modern
- Kasunanan Surakarta
- Kasultanan Yogyakarta
- Kadipaten Paku Alaman
- Praja Mangkunagaran
Teknologi
Arsitektur
Arsitektur
Jawa adalah bentuk bangunan khas yang dirancang oleh orang Jawa untuk
berbagai fungsi. Diantaranya adalah rumah Jawa atau Joglo yang sangat
unik bentuknya. Bentuk bangunan Jawa sangat dipengaruhi oleh agama
Hindu, Buddha dan Islam. Arsitektur Jawa juga mengadaptasi bentuk
bangunan Tionghoa, Belanda dan Arab. Sejak dahulu orang Jawa sudah
pandai dalam membuat arsitektur hal ini terbukti dengan ditemukannya
sejumlah candi monumental di Jawa seperti Candi Borobudur dan Candi
Prambanan. Bahkan Jateng-DIY dan Jatim tercatat sebagai wilayah di
Indonesia yang terbanyak memiliki candi dengan lebih dari 50 buah candi.
Di Jawa juga banyak terdapat masjid yang merupakan akulturasi budaya
Hindu dan Islam seperti Masjid Agung Demak.
Terakota Majapahit
Terakota
Majapahit adalah kerajinan tanah liat era Majapahit. Seni Terakota
adalah satu karakter budaya pada masa Majapahit yang cukup terkenal dan
banyak ditemukan. Hasil seni ini berupa arca, bak air, jambangan, vas
bunga, hiasan atap rumah, genteng, dinding sumur (jobong), kendi, atau
celengan. Pada era Majapahit pengetahuan tentang pembuatan barang-barang
dari tanah liat bakar dengan prinsip yaitu membuat bentuk atau model
dari tanah liat, mengeringkan di bawah sinar matahari, dan membakarnya
dalam api
Kapal Jung
Hasil
budaya teknologi Jawa lainnya adalah Kapal Jung yaitu sebuah kapal
layar tradisional yang digunakan oleh orang Jawa pada zaman kerajaan
dahulu. Dalam relief candi Borobudur terdapat penggambaran kapal Jung.
Lambung kapal Jung dibentuk dengan menyambungkan papan-papan pada lunas
kapal. Kemudian disambungkan pada pasak kayu tanpa menggunakan kerangka,
baut, atau paku besi. Ujung haluan dan buritan kapal berbentuk lancip.
Kapal ini dilengkapi dengan dua batang kemudi menyerupai dayung, serta
layar berbentuk segi empat. Kapal Jung yang disebut sebagai kapal
Borobudur ini telah memainkan peran besar dalam segenap urusan orang
Jawa di bidang pelayaran, selama beratus ratus tahun sebelum abad ke-13.
Memasuki awal abad ke-8, peran kapal Borobudur digeser oleh kapal kapal
Jawa yang berukuran lebih besar, dengan tiga atau empat layar sebagai
Jung. Pelaut Portugis menyebut juncos, pelaut Italia menyebut zonchi.
Istilah jung dipakai pertama kali dalam catatan perjalanan Rahib Odrico,
Jonhan de Marignolli, dan Ibn Battuta[20] yang berlayar ke Nusantara,
awal abad ke-14 mereka memuji kehebatan kapal Jawa berukuran raksasa
sebagai penguasa laut Asia Tenggara. Teknologi pembuatan Jung tak jauh
berbeda dengan pengerjaan kapal Borobudur; seluruh badan kapal dibangun
tanpa menggunakan paku.
Pendidikan
Pendidikan
menempati arti sangat penting bagi orang Jawa. Bahkan bapak pendidikan
Indonesia yaitu Ki Hadjar Dewantara adalah orang Jawa dan beliau adalah
pelopor pendidikan Indonesia. School tot Opleiding van Indische Artsen
atau STOVIA sekolah kedokteran pertama di Indonesia adalah pendidikan
modern pertama bagi orang Indonesia termasuk orang Jawa. Di masa modern
pendidikan tetap menempati peran penting bagi orang Jawa. Bahkan dalam
Peringkat universitas di Indonesia menurut Webometrics tercatat 30
perguruan tinggi dari Jateng-DIY dan Jatim termasuk 50 perguruan tinggi
terbaik di Indonesia. Bahkan dalam Olimpiade Sains Nasional yang
merupakan kompetisi bidang sains bagi para siswa pada jenjang SD, SMP,
dan SMA di Indonesia tercatat dimenangkan oleh hanya 2 provinsi yaitu
DKI Jakarta 4 kali pada tahun 2004, 2005, 2009, 2010 dan Jawa Tengah 8
kali pada tahun 2002, 2003, 2006, 2007, 2008, 2011, 2012, 2013.
Kalender
Kalender
Jawa adalah sebuah kalender yang merupakan perpaduan antara budaya
Islam, budaya Hindu-Buddha Jawa dan budaya Eropa. Dalam sistem kalender
Jawa, siklus hari yang dipakai ada dua: siklus mingguan yang terdiri
dari 7 hari seperti yang kita kenal sekarang, dan siklus pekan pancawara
yang terdiri dari 5 hari pasaran. Pada tahun 1625 Masehi, Sultan Agung
yang berusaha keras menyebarkan agama Islam di pulau Jawa dalam kerangka
negara Mataram mengeluarkan dekrit untuk mengubah penanggalan Saka.
Sejak saat itu kalender Jawa versi Mataram menggunakan sistem kalender
kamariah atau lunar, namun tidak menggunakan angka dari tahun Hijriyah
(saat itu tahun 1035 H). Angka tahun Saka tetap dipakai dan diteruskan.
Hal ini dilakukan demi asas kesinambungan. Sehingga tahun saat itu yang
adalah tahun 1547 Saka, diteruskan menjadi tahun 1547 Jawa. Dekrit
Sultan Agung berlaku di seluruh wilayah kerajaan Mataram II yaitu
seluruh pulau Jawa dan Madura kecuali Banten, Batavia dan Banyuwangi
(Blambangan).
Kesenian
Seni
Tradisional Jawa adalah karya seni yang diciptakan dan berasal dari
Pulau Jawa, Indonesia. Beberapa contoh dari seni tradisional jawa antara
lain tari gambyong. Kesenian tradisional dari Jawa ada berbagai macam,
tetapi secara umum dalam satu akar budaya kesenian Jawa ada 3 kelompok
besar yaitu Banyumasan (Ebeg), Jawa Tengah dan Jawa Timur (Ludruk dan
Reog).
Tari
- Tari Angguk dari Yogyakarta
- Tari Bambangan Cakil dari Jawa Tengah
- Tari Ebeg dari Banyumas
- Tari Emprak dari Jawa Tengah
- Tari Gandrung dari Banyuwangi
- Tari Golek Menak dari Yogyakarta
- Tari Kridhajati dari Jepara
- Tari Kuda Lumping dari Jawa Tengah
- Tari Reog dari Jawa Timur
- Tari Remo dari Jawa Timur
- Tari Sintren dari Jawa Tengah
Musik
Langgam
Jawa merupakan bentuk adaptasi musik keroncong ke dalam musik
tradisional Jawa, khususnya gamelan. Tokoh-tokoh musik ini di antaranya
Andjar Any, Gesang, Ki Narto Sabdo dan Waljinah.
Silat
Ada
perguruan silat bernama Kali Majapahit yang berasal dari Filipina
dengan anggotanya dari Asia dan Amerika. Silat Kali Majapahit ini
mengklaim berakar dari Kerajaan Majapahit kuno yang disebut menguasai
Filipina, Singapura, Malaysia dan Thailand [24]. Silat Jawa lainnya
adalah Perisai Diri yang didirikan oleh almarhum RM Soebandiman
Dirdjoatmodjo, putra bangsawan Keraton Paku Alam. Teknik silat Perisai
Diri mengandung unsur 156 aliran silat dari berbagai daerah di Indonesia
ditambah dengan aliran Shaolin (Siauw Liem) dari negeri Tiongkok. Silat
Merpati Putih dan silat Tapak Suci Putera Muhammadiyah juga diciptakan
oleh orang Jawa. Ketiga seni silat ini sudah tersebar ke Amerika dan
Eropa.
Masakan
Budaya
petani di Jawa Tengah dan Jawa Timur dikenal sebagai produsen beras
terbesar di Indonesia. Jawa Timur dan Jawa Tengah penyumbang beras
terbesar di Indonesia yaitu Jawa Timur 31,27%, Jawa Tengah 23,79%, Jawa
Barat 15,19%, Sulawesi Selatan 10,10% dan Nusa Tenggara Barat 4,6%.[25]
Produksi Bawang merah Jawa mencapai 68% produksi nasional Indonesia.[26]
Selain sebagai produsen beras dan bawang terbesar Jateng dan Jatim juga
menghasilkan aneka ragam masakan. Masakan Jawa adalah masakan khas yang
berasal dari pulau Jawa, kecuali Jawa Barat yang mempunyai kekhasan
khusus sebagai Masakan Sunda. Masakan Jawa tersedia di Warung Tegal.
Masakan Jawa tempe menjadi masakan internasional dan menjadi satu
satunya masakan Indonesia yang tidak terpengaruh oleh masakan Tionghoa,
masakan India, atau masakan Arab.[butuh rujukan]
- Gudeg
- Lumpia
- Bakpia
- Nopia
- Opor Ayam
- Soto Bangkong
- Soto Sokaraja
- Soto Jepara
- Soto Kudus
- Soto Kediri
- Soto Lamongan
- Soto Ayam Ambengan
- Wedang jahe
- Tengkleng
- Tongseng
- Nasi Pecel
- Nasi Liwet
- Nasi krawu
- Nasi Kucing
- Nasi Langgi
- Nasi lengko
- Nasi Bogana
- Nasi Megono
- Nasi Gandul
- Nasi Grombyang
- Nasi pindang
- Sayur Lodeh
- Tumpeng
- Mie Rebus
- Mie ongklok
- Mie kopyok
- Horok-Horok
- Garang Asem
- Sate Ambal
- Sate tegal
- Sate Ponorogo
- Bandeng presto
- Lentog
- Jenang Kudus
- Getuk trio
- Getuk goreng
- Getuk pisang
- dawet ayu
- Dawet Ireng
- timlo Solo
- Krecek
- teh poci
- Tahu gimbal
- Tahu campur
- Tahu Tek
- Tahu campur lamongan
- Tempe Penyet
- Mendoan
- Pindang Serani
- Pecak lele
- Mangut lele
- Urap
- Rawon
- Pecel
- Rujak cingur
- Rujak Soto
- Rujak Petis
- Rambak petis
- Onde-onde
- Lontong Balap
- Kupang Lontong
- Bothok
- Gado Gado
- Wingko babat
Referensi :
^ http://www.describeindonesia.com/culture/item/351-keris,-lebih-dari-sekedar-pusaka.html/
^ http://jakarta.usembassy.gov/embnews_11042011.html/
^ http://www.deplu.go.id/Pages/Achievement.aspx?IDP=23&l=en/
^
http://www.republika.co.id/berita/breaking-news/seni-budaya/10/07/15/124669-gamelan-pun-masuk-kurikulum-pendidikan-di-abang-sam/
^ http://wartapedia.com/dunia/seni-budaya/3834-gamelan-jawa--menjadi-ujian-akhir-universitas-wellington.html/
^ http://www.antaranews.com/view/?i=1165725362&c=SBH&s/
^ http://nasional.kompas.com/read/2008/05/24/08444424//
^ http://sains.kompas.com/read/2012/12/05/19045066/Majapahit-Jajah-hingga-Semenanjung-Malaya. Kompas/
^ http://www.javacoffee.com/
^ http://brokensecrets.com/2010/01/20/why-is-coffee-called-java/
^
http://www.bumn.go.id/ptpn12/publikasi/berita/indonesia-produsen-kopi-terbesar-ketiga-dunia-ptpn-xii-bertekad-tingkatkan-produksi-arabika/
^ http://www.javascafe.com/
^ http://www.java.be/language.aspx/
^ http://www.javabeancoffee.com/homepage.html/
^ http://www.javacoffeehouse.co.uk/
^ http://www.caffejava.co.za/
^ http://www.cafejava.info/
^ http://cetak.kompas.com/read/2013/02/13/03341127/Thailand/
^ http://wacananusantara.org/seni-terakota-tanah-liat//
^ IbnBatutaTravel, Saudi Aramco world.
^ http://www.suaramerdeka.com/v2/index.php/read/cetak/2012/12/19/209131/Jateng-Juara-Umum-OSN-2012
^ http://poskota.co.id/berita-terkini/2011/07/21/jawa-tengah-5-kali-juara-osn/
^ http://www.beritajakarta.com/2008/id/berita_detail.asp?nNewsId=29897&idwil=0/
^ http://www.kali-majapahit.com/
^ http://www.tempo.co/read/news/2012/07/04/090414774/Jawa-Timur-Pasok-Beras-Terbanyak/
^ http://www.pertanian.go.id/infoeksekutif/horti/ATAP-Horti2012/Prod-BawangMerah.pdf/